Harga Kubah Masjid Enamel Siap Pasang

December 30, 2019 Uncategorized  No comments

Fitur yang paling menarik perhatian ketika anda sedang berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro adalah bangunan berupa Masjid Agung Darussalam,yang berdiri kokoh dan megah di Kota  Bojonegoro.

Masjid ini adalah salah satu bagian sejarah penting bagi warga Bojonegoro,yang mana masjid ini mempunyai menara dan juga Kubah masjid enamel yang sangat megah,di satu sisi masjid ini mempunyai menara yang dibangun dengan bentuk yang tak biasa oleh kebanyakan masjid pada umumnya dan boleh jadi mungkin hanya satu satunya menara masjid yang ada di Indonesia.

Pasalnya dengan rancangan desain yang sangat bagus ini menjadikan menara pada masjid ini seperti sebuah fenomena serta pengendalian ide yang baru. Menaranya dibangun dengan dengan bentuk spiral, atau bisa juga seperti diplintir sehingga menghasilkan sebuah bentuk menara yang  tampil lebih unik.

Harga Kubah Masjid Enamel Siap Pasang

Masjid Agung  Darussalam Bojonegoro ini merupakan masjid yang dibangun tepat berada di bagian sisi sebelah barat alun alun Bojonegoro, yang mana berada di ruas area jalan KH. Hasyim Asy`ari No. 21. Lokasi ini juga  berdiri sesuai dengan tipologi perkotaan khususnya di tanah Jawa dimana masjid Agung yang hendak akan di bangun,maka harus berada di bagian sisi barat alun alun dan juga harus berdekatan pula dengan berbagai gedung instansi pemerintah, seperti gedung DPRD, pendopo, kampus, sekolah hingga Rumah sakit.

Masjid Agung Darussalam Bojonegoro ini dibangun untuk pertama kalinya sekitar tahun 1825 di atas tanah wakaf dari Patih Pahal seorang filsuf dan juga merupakan tokoh dalam Laskar perang Pangeran Diponegoro. yang mana pembangunannya ini dilaksanakan oleh para pendekar sakti dan dibantu juga oleh elemen masyarakat setempat bersamaan dengan para serdadu tempur laskar Pangeran Diponegoro yang mana beliau ini didukung para pedagang yang kala itu ada pasar Bojonegoro.

Dari tarikh pembangunannya, masjid ini dibangun pada saat terjadinya sebuah perang Jawa dibawah pimpinan Pangeran Diponegoro yang mana dimulai pada tahun 1825, dan memang sangat erat kaitannya dengan adanya serdadu tempur laskar pasukan Pangeran Diponegoro, sepanjang tepian Sungai Bengawan Solo ketika itu merupakan salah satu jalur satu satunya serdadu tempur laskar Diponegoro ini dalam malaksanakan sebuah penyerangan gerilyanya, dan Masjid agung darussalam ini merupakan titik utama.

Konon pembangunan masjid ini juga dilakukan sambil perang melawan penjajah di Sepanjang tepi   sungai Bengawan Solo. Pada saat itu bangunan masjid ini juga masih sangat sederhana semi permanen, hanya saja dahulunya bangunan induk serta pondasinya batu dan semua bagian bangunannya dari kayu termasuk juga bagian pada pilar dan dinding bagian dalam masjid..

Perbaikan terhadap bangunan masjid ini juga sempat dilakukan pada tahun 1925 pada saat usia masjid ini baru mencapai usia ke 100 tahun yang mana terjadi di masa pemerintahan Bupati Bojonegoro 1916-1936, saat itu yakni Romo Kanjeng Soemantri. Lalu Masjid ini dipugar dengan sedemikian rupa dan juga untuk melengkapi serambi masjid bagian depan, Kantor kenaiban (Kantor urusan Agama) dan Madrasatul Ulum sebagai upaya pengkaderan umat islam yang sekarang menjadi MIN I Bojonegoro.

Harga Kubah Masjid Enamel Siap Pasang

Pada tahun 1955 ini juga dibangun sebuah sekolah rakyat yang mana sekolah ini berada persis di halaman samping Masjid Darussalam yang mana sampai sekarang ini masjih berfungsi dan menjadi SMP Islam.

Renovasi selanjutnya dilakukan tahun 1963 dimasa Bupati H.R. Tamsi Tedjosasmito. Berlanjut di tahun 1983 di masa pemerintahan Bupati Drs. Soeyono dan diresmikan oleh Menteri Agama H. Alam Syah Ratu Perwira Negara.

Tahun 1993 dilaksanakan rehab total pada semua bangunan masjid yang kepanitiaannya langsung ditangani oleh Drs. H. Imam Supardi Bupati KDH TK.II Bojonegoro yang menjabat dua periode tahun 1988-1993 berlanjut tahun 1993-1998 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, H. Bashofi Sudirman.

Tahun 2014 Masjid Agung Darussalam Bojonegoro mengalami pemugaran besar-besaran menggunakan dana APBD sebesar 40 Milyar dimasa Bupati Drs. H. Suyoto, M.Si. Pembangunan pada tahap pertama  yang dilaksanakan mulai bulan April 2014 telah menghabiskan dana sebanyak 25 Milyar.

Pada renovasi tahap pertama ini Masjid Darussalam arsitekturnya kelihatan anggun , elegan dan modern, selanjut asesoris dan ornamennya di lengkapi pada rencana pembangunan tahab ke 2. Renovasi masjid ini tetap melestarikan bangunan lama dengan mempertahankan tetap mempertahankan bangunan induk dan pilar – pilar kayu yang menjulang tinggi karena mengandung nilai historis dan untuk menjaga kelestarian benda wakaf. Bangunan Masjid  berlantai 2 dilengkapi tempat parkir yang luas.

Ruang shalat terdiri dari dua lantai. Lantai  pertama dibagi menjadi 3 wilayah, yakni wilayah mihrab, wilayah liwan pria, dan liwan wanita. Adapun lantai 2 dipakai pula untuk liwan wanita. Tempat wudhu ada dua bagian sebelah kiri masjid tempat wudhu wanita sedangkan sebelah kanan tempat wudhu Pria. Serambi masjid berbentuk persegi panjang

Pemugaran Masjid Agung Darussalam diresmikan Bupati Bojonegoro yakni H. Suyoto, pada hari Jum’at , yang terjadi pada tanggal 3 juni tahun 2016. Menandai diresmikannya Masjid Agung Darussalam, H. Suyoto menabuh bedhug dan juga dalam hal ini menanda tangani sebuah prasasti tentang peresmian pemugaran Masjid.

Lalu kemudian acara dilanjutkan dengan acara tumpengan,sebagai pertanda untuk selalu meminta keselamatan dunia akhirat kepada yang Pencipta. Selama sesi acara peresmian turut hadir pula pada acara tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono Wonojoyo, lanjut lagi Kapolres Bojonegoro AKBP Sri Wahyu Bintoro Purnomo, Ketua MUI Bojonegoro KH. Jauhari Hasan Yahya, lalu ada juga berbagai elemen masyarakat serta tokoh masyarakat dan tokoh agama serta para jama’ah Jum’at Masjid Agung Darussalam Bojonegoro.

Perlu diketahui, Masjid agung Darussalam Bojonegoro saat itu direncanakan bakal dipugar dengan dana 40 miliar. Pada tahap awal masjid dibangun dengan memanfaatkan dana APBD 2014 yang dikerjakan oleh PT. Daman Varia Karya dengan anggaran sebesar Rp 29.580.000,00 (dua puluh sembilan miliar lima ratus delapan puluh juta).

Luas area bangunan Masjid Agung Darussalam yang baru ini mendapat tambahan sekitar 2.422 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 6.562 meter persegi. yang mana sampai saat ini,Masjid agung Bojonegoro itu mampu menampung jamaah mencapai 3.300 orang

Di bagian dasar tiang menara masjid yang didesain spiral ini masih seperti aslinya yang berbentuk spiral layaknya orps, dan baru di atasnya menjadi segi enam dengan ukuran semakin ke atas semakin kecil dan berakhir dengan kubah di bagian puncak masjid ini  tertancap sebuah tiang yang berhiaskan bulan bintang. Menara yang cukup indah dipandang mata tentu saja.

Selain itu, ada juga sebuah Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Di Kota Bojonegoro yang mana juga memiliki desain yang sangat menarik. Maka dengan ini menunjukkan sebuah perpaduan antara bangunan masjid dengan gedung penopang aktivitas masjid yang menarik.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>