Mengenal Warna dan Pola Koi Showa Sanshoku

January 15, 2020 Uncategorized  4 comments

Sejarah Koi Showa Sanshoku

Koi jenis Showa, atau lengkapnya Showa Sanshoku, termasuk salah satu varian koi yang
cukup banyak penggemarnya. Sanshoku jika diartikan berarti tiga warna. Ini merujuk pada
warna ikan koi, yakni merah, hitam, dan putih. Sementara Showa adalah nama sebuah era
kekaisaran Jepang pada tahun 1901-1989, dimana koi jenis ini mulai dikembangkan.

Secara historis, Showa barangkali adalah varian yang termuda. Awalnya Koi Showa
mempunyai tampilan yang kurang menarik, memiliki hi kekuningan dan sumi yang biasa
saja. Pada tahun 1965 Tomiji Kobayashi berupaya memperbaiki keturunan Showa dengan
cara menyilangkan seekor Showa betina dengan pejantan Sanke dan Kohaku. Hasilnya adalah
warna merah tua yang menyala, hitam yang mengkilap, dan kulit seputih salju, seperti yang
kini banyak dijumpai.

Perkembangan Koi Jenis Showa Sanshoku

Dalam perkembangan Showa, setidaknya ada tiga hal yang perlu diketahui:

Matsukawabake (akar dari koi jenis ini), Kobayashi Showa, dan Dainichi Showa. Jyukichi
Hoshino menciptakan varietas Showa di tahun 1929. Dia mengembangkannya dari jenis
Matsukawabake and Ki Utsuri. Sementara itu, peternak lain mencoba memperbaiki sumi-nya
dengan memperkuat darah Matsukawabake.

Matsukawabake adalah koi berwarna dasar hitam dengan pola sumi yang bisa berubah-ubah.
Perlu diketahui bahwa Matsukawabake merupakan pondasi koi jenis Showa. Karenanya pula,
Showa mempunyai pola sumi yang begitu dinamis yang bisa berubah-ubah. Sekitar 30 tahun

setelahnya, Kobayashi mengembangkan jenis yang dikenal sebagai Kobayashi Showa. Dia
memberi pengaruh darah Kohaku pada varietas ini. Ia mengembangkan hi yang lebih terang,
shiroji (dasaran putih) yang lebih memikat, dan hitam yang lebih mengkilap pada tubuh koi
Showa.

Showa Kobayashi pun menyabet juara pertama dalam sebuah pameran koi tingkat nasional di
Jepang. Setelah 20 tahun penantian akhirnya muncul lagi jenis Showa juara. Koi ini dikenal
sebagai Dainichi Showa. Setelah bertahun-tahun eksperimen, akhirnya muncul juga Showa
yang mempunyai shiroji lebih banyak di tubuhnya.

Tidak dinyana juga bahwa Showa akhirnya mempunyai ukuran badan yang memadai untuk
memenangkan kejuaraan. Padahal bila dibandingkan dengan Kohaku dan Sanke, Showa agak
sulit untuk tumbuh besar dan kuat. Pola di tubuh koi Showa cenderung lebih fleksibel
dibandingkan koi jenis lain.

Mau punya ikan koi? Nih Jual Ikan Koi

Tiap-tiap koi dinilai berdasarkan kesan menyeluruh, bukan hanya dengan melihat kesesuaian
tiga warna mereka. Memang susah mendapatkan Koi Showa yang benar-benar matang. Lebih
susah dari jenis Sanke dan Kohaku sekalipun.

Hal negatif yang umum ditemui adalah hi yang kurang tegas di bagian sirip belakang hingga
bagian sirip ekor, meskipun koi tersebut sebenarnya terlihat indah dari kepala hingga sirip
belakang. Kesan awalnya mungkin bagus karena Showa mengandalkan kontras warna. Tetapi
untuk memenangi sebuah kejuaraan, ia harus menunjukkan penampilan prima yang merata,
dari hidung hingga ekor.

Warna dan Pola Koi Jenis Showa Sanshoku

Awalnya Showa Sanshoku, atau showa adalah istilah yang diterapkan pada koi yang
memiliki warna dasar hitam dengan tanda merah dan putih. Definisi ini membingungkan bagi
pemula, karena showa modern menunjukkan bahwa ia juga memiliki tubuh putih dengan
tanda merah dan hitam, seperti koi jenis Taisho Sanke. Gambar berikut menunjukkan pola
warna dan corak serta jenis Show Sanshoku

Perbedaan antara Taisho Sanke dan Showa Sanke

Sanke memiliki pola hitam merah dan kecil di atas dasar putih, sedangkan Showa memiliki
pola merah dan putih dikombinasikan dengan daerah hitam besar. Pada Sanke, sumi (corak
warna hitam) cenderung berupa bintik-bintik umumnya terbatas pada tubuh di atas garis
lateral, sedangkan pada Showa, suminya berupa garis-garis yang relatif lebih besar yang
‘membungkus’ di sekitar tubuh hingga bawah garis lateral serta meluas ke kepala.

4 comments to Mengenal Warna dan Pola Koi Showa Sanshoku

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>